• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

Virus Kecurangan di Dalam Demokrasi di Indonesia

REDAKSI by REDAKSI
21 Juni 2019
in OPINI, POLITIK
1
Gerakan Anti Penjajahan Nekolim China, Opini Prihandoyo Kuswanto 

Virus Kecurangan di Dalam Demokrasi di Indonesia. Oleh: Prihandoyo Kuswanto, Ketua Rumah Pancasila.

Pertikaian pilpres tahun 2014 terulang lagi di tahun 2019, yang berhadapan sama Jokowi dan Prabowo. Kali ini kecurangan terulang lagi dalam laga pilpres ,kalau tahun 2014 Prabowo atas saran SBY kudu ngalah. Rupanya hari ini bukan Prabowo yang harus ngalah. Tetapi rakyat sudah sangat paham atas kecurangan yang terstruktur, sistemik dan masif. Mengapa sebab tahun 2014 rakyat tidak banyak yang ikut menjadi relawan yang fanatik, sementara tahun 2019 Rakyat yang dimotori emak-emak menjadi motor pengerak relawan di antero negeri.

Peran serta masyarakat begitu masif mengikuti proses demokrasi. Setiap saat selalu hadir dalam kegiatan kampanye. Setiap peristiwa direkam. Jadi kalau memang hukum ini tegak dan jujur, maka sudah sangat layak 01 di diskualifikasi. Tetapi persoalannya, sejak 2014 yang namanya kecurangan dalam pemilu tidak perna diselesaikan secara tuntas.

Belajar dari tahun 2014. Apakah penyelesaian sengketa pilpres akan.berakhir seperti itu? Harusnya MK berani menegakan kejujuran walau langit politik akan runtuh.

Merupakan catatan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia, memang tak pernah ada pemilihan umum dan demikian juga kemudian dengan pemilihan presiden, yang pernah dikoreksi apalagi dibatalkan. Karena gugatan kecurangan, khususnya yang melibatkan penyelenggara.

Betapapun kuatnya tercium aroma kecurangan. Cerita tentang kecurangan selalu diupayakan dipatahkan atau minimal dikerdilkan sekerdil-kerdilnya. Dinyatakan sebagai bagian sikap tak siap kalah.

Mungkin rakyat jangan berharap banyak terhadap MK. Sebab pengalaman adalah guru yang terbaik. Tidak ada persoalan kecurangan yang benar -benar diselesaikan dengan sejujur-jujurnya dan memang berniat menegakan hukum.

Proses pilpres adalah sebuah pelajaran pahit bagi kedaulatan rakyat. Sebab sesungguhnya demokrasi itu hanya akal-akalan untuk merebut kedaulatan rakyat. Sementara rakyat hanya obyek yang siap di singkirkan. Oleh sebab itu mereka yang bisa membeli demokrasilah yang berkuasa.

Apakah seperti ini negara ini didirikan? Oleh sebab itu, harus ada kesadaran kembali pada UUD1945 dan Pancasila jika ingin rakyat berdaulat.

Tags: kecuranganKetua Rumah PancasilaPancasilaPrihandoyo KuswantoProses pilpresRakyat BerdaulatVirus Kecurangan di Dalam Demokrasi di Indonesia
Previous Post

Mempromosikan Wasatiyyah Berarti Menekankan Kembali Karakter Islam

Next Post

Mohamed Mursi Tewas Diduga Karena Perlakuan Buruk Saat Ditahan

Next Post
Mohamed Mursi Tewas Diduga Karena Perlakuan Buruk Saat Ditahan

Mohamed Mursi Tewas Diduga Karena Perlakuan Buruk Saat Ditahan

Comments 1

  1. Ping-balik: Mohamed Mursi Tewas Diduga Karena Perlakuan Buruk Saat Ditahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.