Aksi Himpunan Aktifis Milenial Indonesia Dukung Revisi Berakhir Ricuh

Aksi Himpunan Aktifis Milenial Indonesia Dukung Revisi Berakhir Ricuh
Aksi dukung Revisi UU KPK di depan gedung KPK yang berakhir ricuh

HARIANNKRI.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Aktifis Milenial Indonesia melakukan aksi unjuk rasa mendukung Revisi UU no 30 tahun 2002 sebagai langkah penguat lembaga anti rasuah.

Kordinator nasional Himpunan Aktifis Milenial Indonesia Asep Irawan menjelaskan, lebih dari 535 orang turut berpatisipasi untuk melaukan aksi demo ini. Ia mengaku aksi ini dilakukan karena khawatir KPK justru semakin buruk ke depan. Ia juga mengaku bahwa ada surat kaleng kepada DPR yang diduga berasal dari KPK. 

“Kami meminta WP (Wadah Pegawai-red) KPK dibubarkan atau bubarkan diri. Karena itu sangat menganggu KPK. Ini adalah insiden buruk. Bahwa ada surat kaleng yang diluncurkan dari KPK ke instansi DPR. Ini sangat luar biasa,” kata Asep Irawan di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019)

610X200 HUT Kapuas

Ia meminta pihak kepolisian agar melakukan penegakan hukum tanpa pandang siapa pelakunya. Semua orang yang melanggar hukum harus di proses, apalagi diduga dari oknum lembaga sekelas KPK.

Baca Juga :  Sebanyak 1 Juta Hak Suara Pelaut Indonesia Berpotensi Golput

“Kami meminta bahwa pengawasan terhadap KPK segera dilaksanakan. Kalau tidak, maka ini sanggat berbahaya,” kata Asep Irawan.

700 Covid Hariannkri

Sementara itu, salah satu orator, Mako Waimese menegaskan perlunya ada pengawasan terhadap KPK. Menanggapi aksi yang berakhir ricuh tersebut, Mako Waimese meminta agar Polisi segera menangkap pelaku pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai KPK.

“Tuntutan kami sederhana. bahwa pengawasan terhadap KPK sangat diperlukan, dan kepada pihak kepolisian agar dapat menindak lanjuti pelaku pemukulan yang terjadi di depan gedung KPK oleh pegawai kpk terhadap peserta demo,” tegas Mako Waimese.

Ia juga berharap seluruh pemuda dan mahasiswa Himpunan Aktifis Milenial Indonesia lebih kritis terhadap situasi yang terjadi di depan KPK. Kedepannya, Pemuda dan mahasiswa bisa menjadi orator yang lebih berani melawan ketidakkeadilan.

Baca Juga :  Kisah Hakim di Negeri Democrazy, Sebuah Opini Malika Dwi Ana

“Kegiatan aksi ini tidak terbatas pada pemuda atau mahasiswa tertentu. Kita ingin menjadikan aksi ini sebagai masalah universal yang harus di selesaikan. Untuk itu, kepada pemuda dan mahsiswa himpunan Aktifis Milenial Indonesia. Mari bersama-sama mendukung tuntutan ini dengan tegas,” tutur Mako Waimase. (ARB)

700 Covid Hariannkri
Loading...