• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

Demokrasi Dalam Pagar Kawat Berduri, Sebuah Opini Muslim Arbi

REDAKSI by REDAKSI
22 Juni 2019
in OPINI, POLITIK
0
Demokrasi Dalam Pagar Kawat Berduri, Sebuah Opini Muslim Arbi

Demokrasi Dalam Pagar Kawat Berduri. Oleh: Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan.

Demokrasi dalam pagar kawat berduri. Ini tak elok di ucapkan. Demokrasi mesti di ruang bebas udara. Dan bukan ruang kedap suara. Karena demokrasi adalah ekspresi pikiran dan pendapat anak-anak manusia. Tentang hak-hak politik dan sebagainya.

Demokrasi terkait pemilu adalah pemberian ruang seluas-luasnya bagi warga negara untuk mendapatkan hak-hak politik secara aman dan damai dalam partisipasi kerangka berbangsa dan bernegara.

Demokrasi tidak bisa di bendung oleh pagar kawat-kawat berduri di sekitar KPU dan MK. Karena melingkari Kawat berduri di KPU dan MK adalah upaya secara sengaja untuk menciptakan rasa horor dan ketakutan dalam suasana elegan dan harmonis.

Biarkan kantor KPU dan MK tanpa kawan berduri. Karena KPU dan MK adalah di antara simbol-simbol tegaknya demokrasi.

Membiarkan KPU dan MK tetap di lingkari kawat berduri. Sesungguhnya di dalamnya mengandung ekpresi ketakutan dalam proses berdemokrasi. Bukankah massa damai yang mendatangi KPU juga Bawaslu dan sekarang MK tidak buat onar dan huru-hara bukan?

Kalau pun ada insiden 21-23 Mei di Bawaslu dan menyisakan korban gugur dan luka-luka serta puluhan yang hilang itu by design bukan? Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Mohon di usut tuntas

Karena massa aksi damai sudah mundur dan menyisakan massa settingan bukan? Maka lahirlah insiden berdarah di Malam Ramadhan itu.

Jika saja pikiran-pikiran pengamanan untuk proses dan jalannya demokrasi tidak di gelayuti oleh kawat berduri dan rasa ketakutan berlebihan. Niscaya demokrasi kita tumbuh elegan tanpa anarkisme.

Tetapi kawat berduri sudah memagari insitusi-institusi penegak Demokrasi seperti KPU, Bawaslu dan MK. Maka demokrasi kita serasa horor yang mengerikan. Dan itu tidak perlu terjadi. Biarkan saja horor-horor itu hanya ada di alam fiksi dan cerita-cerita di film saja. Janganlah cerita-cerita horor diwujudkan pada kawat-kawat berduri yang menciderai demokrasi kita.

Demokrasi dalam kawat berduri ini semoga saja hanya fenomena sesaat saja. Dan bukan selamanya.

Tags: DemokrasiDemokrasi Dalam Pagar Kawat BerduriDirektur Gerakan PerubahanKawat BerduriMuslim ArbiPagar Kawat Berduri
Previous Post

Satu Jutaan Massa Akan Kepung MK? Sebuah Opini Tony Rosyid

Next Post

Persidangan MK Etalase Pertarungan Kejujuran dan Kecurangan

Next Post
Indonesia Menggugat, Apa Peran BPIP Terhadap Ideologi Negara Berdasarkan Pancasila. Oto kritik terhadap BPIP. Oleh: Prihandoyo Kuswanto,

Persidangan MK Etalase Pertarungan Kejujuran dan Kecurangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.