• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

Tanpa Sebab, Usai Begal Tabrak Pembatas Irigasi Hingga Tewas

REDAKSI by REDAKSI
8 Agustus 2019
in DAERAH, KRIMINAL, SOSIAL
1
Tanpa Sebab, Usai Begal Tabrak Pembatas Irigasi Hingga Tewas

HARIANNKRI.COM – Seorang pria diperkirakan berusia 30 tahun, menabrak pembatas irigasi (dueker) di prapatan jalan Kelapa-Ahmad Yani kelurahan Butung-Butung kecamatan Katobu kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, Selasa (2/7/2019) sekitar pukul 22.39 WITA. Pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya ini kemudian diketahui baru saja melakukan begal motor.

Dari penelusuran suaramerdeka.id, sekitar pukul 22.30. WITA, Eghy (15 thn) mengendarai sepeda motor, usai membeli Popok dan Susu di sebuah warung tidak jauh dari Rujab Kapolres Muna. Ditengah jalan, ia dicegat oleh seorang pria. Menyangka pria tersebut ingin meminta tumpangan atau seseorang yang dikenalnya, Eghy pun menghentikan laju sepeda motornya.

“Pas saya singgah, orang itu mendekati saya. Ia langsung cekik leherku dari belakang lalu mendorongku, sehingga saya terjatuh. Dan setelah itu dia langsung ambil motorku dan dia bawa lari,” tutur Eghy yang ditemui di rumahnya, jalan Sawetigading kelurahan Raha II kabupaten Muna.

Dari informasi yang dapatkan, diduga pria yang kini menjadi korban kecelakan tunggal, usai membegal motor,  melarikan motor dalam kecepatan tinggi. Namun karena tidak menguasai jalan dan kondisi jalan licin usai hujan, tersangka menabrak pembatas irigasi yang terbuat dari beton hingga tewas.

“Sepertinya larinya kencang sekali. Jok sepeda sampai lepas dari dudukannya. Garpu shokbeeker depannya saja bisa patah. Itu ban depannya ada di samping ban belakang,” jelas saksi mata.

Adu Banteng, Usai Begal Tabrak Pembatas Irigasi Hingga Tewas

Kini tersangka masih berada di Kamar jenasah RSUD Raha. “Adu Banteng” lawan pembatas irigasi tersebut mengakibatkan sejumlah rusuk patah dan kerusakan pada bagian tubuh lainnya yang diduga menyebabkan tewasnya pria tesebut.

“Patahnya tujuh tulang rusuk, luka sobek dan lobang pada perut sebelah kiri dan leher dalam keadaan patah,” jelas dr.Willy.

Sejumlah anggota Polres Muna yang berada di RSUD Raha, tidak bersedia memberi keterangan lebih kanjut. Namun membenarkan adanya begal dan laka tunggal yang terjadi, dan kini korban telah meninggal dunia.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada satu orang pun yang mengenal atau mengetahui identitas tarsangka. (MAC)

Tags: Adu Bantengbegalbegal di MunaBegal Tabrak Pembatas IrigasiduekerKabupaten MunaKecamatan Katobupembatas irigasiprapatan jalan Kelapa-Ahmad Yani kelurahan Butung-ButungSulawesi TenggaraTanpa Sebab Usai Begal Tabrak Pembatas Irigasi Hingga Tewas
Previous Post

Aktivis: Koalisi Boleh Membubarkan Diri, Tetapi Kami Tidak pernah

Next Post

DPR Kota Lhokseumawe Siapkan Langkah Untuk Lakukan Referendum

Next Post
DPR Kota Lhokseumawe Siapkan Langkah Untuk Lakukan Referendum

DPR Kota Lhokseumawe Siapkan Langkah Untuk Lakukan Referendum

Comments 1

  1. Ping-balik: DPR Kota Lhokseumawe Siapkan Langkah Untuk Lakukan Referendum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.