• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

Lakoni Lockdown dengan Penuh Kegembiraan. Opini Tubagus Soleh

REDAKSI by REDAKSI
8 Mei 2020
in OPINI, RELIGI, SOSIAL
1
Lakoni Lockdown dengan Penuh Kegembiraan. Opini Tubagus Soleh

Lakoni Lockdown dengan Penuh Kegembiraan. Oleh: Tubagus Soleh, Babad Banten, Jaringan Intelektual Banten (JIB).

Seorang sahabat bertanya pada saya, bro “Lockdown”, apa yang harus ane lakukan? Saya jawab singkat saja, “Lakoni dengan penuh kegembiraan”. Dia pun langsung tertawa ngikik. “Nte bisa aja bro”, nyerocosnya.

Jawaban saya sepertinya sekenanya saja. Saya tidak tahu apakah temen saya bisa Nerima dengan jawaban itu. Tapi menurut saya memang begitu, ya lakoni aja Lockdown dengan penuh kegembiraan. Mau apalagi. Mau marah? Sama siapa.

Saya sendiri, berusaha keras agar pikiran dan perasaan saya tidak ada file tentang Covid-19. Seperti nasehat Mursyid saya Abah Gaos PPS Sirnarasa Ciamis yang saya simak dari grup WA bahwa Covid-19 tidak perlu dipikirkan. Lebih baik para Murid fokus dzikir dan dzikir Laa Ilaaha Ilallah sebanyak-banyaknya. Kerjakan Amaliyah Mursyid sekuat tenaga.

Jujur saja, nasehat Pangersa Abah Gaos sangat menguatkan keyakinan diri saya sendiri. Bahwa bagi orang yang dawam berdzikir pasti selamat dari serangan jin Covid-19. Jangan pikirkan dan jangan masuk Covid-19 kepikiran para murid. Enggak ada gunanya.

Pangersa Abah Gaos selalu menekankan perkuat, perbanyak, serta keluarkan suara ketika Dzikir Jaharnya. Dan percaya, benteng jiwa akan kokoh tidak bisa ditembus oleh siapapun dan apapun. Apalagi cuma Covid-19. Lewat.

Alhamdulillah di masa Lockdown ini saya menikmati dengan memperkuat, memperbanyak serta belajar berdzikir. Meskipun serba terbatas, saya dan keluarga melakoni Lockdown dengan penuh kegembiraan.

Saya sendiri menikmati dan mensyukuri saja apa yang ada. Walaupun tekanan hidup tetap aja ada. Bentuknya macam-macam. Hehehe. Ya itulah kehidupan. Kadang ada garam, kadang ada gula. Bahkan kadang tidak ada garam dan tidak ada gula. Namun Bila kita rajut dengan cinta akan terlihat sangat indah.

Justru akan sangat berbahaya kalau Lockdown dipikirkan Serius-serius banget. Diparanoidin sampai parno. Seolah-olah dunia kiamat.

Santuy aja. Kiamat masih jauh Banget. Selama keadilan dan kemakmuran belum terwujud di muka bumi serta masih ada hamba Alloh yang berdzikir laa Ilaha illa alloh, kiamat masih jauh.

Yang paling penting, justru kita nikmati dan isi suasana Lockdown dengan kegiatan yang punya nilai tambah buat diri sendiri, keluarga, lingkungan serta bangsa dan negara.

Ya menurut Pangersa Abah Aos, Ya Perbanyak Dzikir Laa Ilaaha illa Allah. Terus berdzikir, berdzikir terus. Itu kuncinya.

Mau? Ambil Talqin Dzikir bro. Insyaallah selamat dunia akhirat. Kalau bukan sekarang mau kapan lagi. Kalau bukan kamu, iya kamu. Siapa lagi.

Pasti Lockdown kamu akan ceria.

Tags: Babad BantenCOVID-19Jaringan Intelektual BantenLockdownPangersa Abah AosTubagus Soleh
Previous Post

Kapolres Muna Turut Serta Berbagi Nasi Ikan

Next Post

KOMPAK UMJ, ADPIKS dan SPAK Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan

Next Post
KOMPAK UMJ, ADPIKS dan SPAK Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan

KOMPAK UMJ, ADPIKS dan SPAK Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan

Comments 1

  1. Ping-balik: Lockdown, Ramadhan dan Menjadi Manusia Pembelajar. Opini Soleh M

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.