• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

KPK Jangan Masuk Angin Dalam Kasus Suap Meikarta

REDAKSI by REDAKSI
4 November 2018
in HUKUM, OPINI
2
KPK Jangan Masuk Angin Dalam Kasus Suap Meikarta

KPK Jangan Masuk Angin Dalam Kasus Suap Meikarta. Oleh: Muslim Arbi, Koordinator Gerakkan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK).

KPK jangan perlihatkan diri bela James Riady dalam kasus suap Meikarta. Pernyataan Komisioner Alexander Marwata soal James Riady yang terkesan membela bisa di artikan ada pembelaan terhadap James, CEO Lippo.

Jika KPK bersikap mendua dalam arti mengusut dan membela dapat di pastikan KPK mainkan dua peran sekaligus dalam menangani Meikarta dan bosnya ini. KPK menyidik sekaligus membela (mengadvokasi) seperti statemen Alexander Marwata itu.

Jangan sampai para aktifis dan para pejuang anti korupsi yang siang malam inginkan korupsi dapat lenyap di negeri ini anggap KPK “Banci Kaleng” dan “Ayam Sayur” ketika berhadapan dengan kejahatan korupsi yang di lakukan oleh korporasi dan tokoh bisnis yang dekat dan penopang rezim.

Para aktifis dan publik tidak mau tahu ada sikap mendua komisioner dan pimpinan KPK. Yang berakting di depan publik seolah serius usut dan tangani korupsi, tapi ber main-main. Ini sangat menyakitkan rasa keadilan publik dan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi.

Rasa kepercayaan publik terhadap KPK mulai terbangun belakangan ini. Karena kerja keras dan serius tangani korupsi dengan OTT dan lainnya. Meski dalam sejumlah kasus E-KTP, KPK masih pilih buluh. Trust publik jangan dirusak lagi oleh KPK dalam penanganan kasus suap Meikarta yang libatkan bosnya itu.

Oleh karenanya, terkait kasus suap Meikarta ini. Segera saja tersangkakan bosnya. Karena tidak mungkin James tidak tahu. Apalagi Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bekasi yang sekarang sudah di tahan KPK, akui rapat dengan James Riady bahas soal Meikarta.

Jadi tidak mungkin James tidak terlibat dalam hal ini. Dan lagi suap itu terjadi setelah ketemu dengan James Riady. Apa mungkin James tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Jangan-jangan James yang atur itu?

Tags: Alexander MarwataCEO LippoGALAKGratifikasi MeikartaJames RiadyKasus MeikartaKasus Suap MeikartaKomisioner Alexander MarwataKomisioner KPKKoordinator Gerakkan Aliansi Laskar Anti KorupsiMeikartaMuslim ArbiNeneng Hasanah YasinSuap Meikarta
Previous Post

Jokowi Blusukan di Tangerang Pakai Motor Baru Warna Hijau

Next Post

Ironi Bangsa Pemilik Tanah Ulayat

Next Post
Genderuwo, Asu dan Sontoloyo (Bahasa dan Politik)

Ironi Bangsa Pemilik Tanah Ulayat

Comments 2

  1. Ping-balik: Konsorsium Mahasiswa Jakarta Desak KPK Usut Tuntaskan Kasus Meikarta
  2. Ping-balik: Konon Berkampanye di Kereta Komuter - DetikPeristiwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.