• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

Kiamat Pemilu Kita, Sebuah Opini Miftah H Yusufpati

REDAKSI by REDAKSI
4 Mei 2019
in OPINI, POLITIK
1
Kiamat Pemilu Kita, Sebuah Opini Miftah H Yusufpati

Kiamat Pemilu Kita. Oleh: Miftah H. Yusufpati, Wartawan Senior.

“Pemilu yang benar-benar memilukan. Lebih 300 meninggal dan lebih 1000 jatuh sakit. Wahai kalian yang menang dengan cara curang, berpestalah kalian kelak di atas kuburan dangkal mereka yang meninggal begitu mengenaskan.” Abdul Hadi WM.

Kalimat di atas saya ambil dari status Prof. Dr. Abdul Hadi WM di akun Facebook (FB), 30 April 2019.

Di mataku, Abdul Hadi bukan sekadar sastrawan, filsuf, dan budayawan. Ia adalah orang tua yang hebat. Status FB kakek kelahiran Sumenep 1946 ini seringkali saya ikuti. Saya seringkali sependapat dengan pikiran-pikirannya. Banyak yang saya peroleh dari yang ia posting itu. Saya jarang sekali berkomentar, atau sekadar memencet tombol tanda suka, karena saya ingin mengaguminya secara diam-diam.

Status tokoh bernama lengkap Abdul Hadi Wiji Muthari di atas boleh jadi terasa kadaluarsa, karena info per hari ini Sabtu 4 Mei 2019 petugas yang menjadi korban Pemilu 2019 sudah bertambah-tambah: sudah 424 orang petugas KPPS yang meninggal dunia dan 3668 jatuh sakit. Ini pula yang mengundang Din Syamsudin mendesak dibentuknya Tim Pencari Fakta atau TPF.

Desakan yang sama juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie. “”Ini jumlah korban jiwa yang sangat banyak. Ini tidak bisa didiamkan dan merupakan tragedi nasional,” ucap Ical

Ical benar. Tragedi ini bukan peristiwa biasa. Sejumlah media massa asing pun terus menerus memberitakannya. Sebab baru kali ini, dalam sejarah perhelatan demokrasi umat manusia ada kejadian yang begitu tragis.

Tragedi lainnya dalam Pemilu 2019 adalah tentang kecurangan yang tanpa malu dipertontonkan kepada rakyat. Itu sebabnya, Tim Relawan IT Prabowo-Sandi meminta Bawaslu menghentikan Situng KPU dengan melaporkan bukti kesalahan input luar biasa, yakni sebanyak 73.715 error input dari 477.021 TPS.

Inikah demokrasi kita? Pemilu berlimpah “tumbal”. Rakyat mendapat sajian atraksi brutal, kecurangan, ketidakjujuran, kemunafikan, adigang adigung adiguna, terus dan terus. Rakyat menjadi letih dan muak. Tepat kiranya apa yang ditulis Abdul Hadi, yang mengutip sebuah sajaknya tahun 1978, baris terakhir, “Kebohongan satu-satunya tempat berdiri hari ini.”

Emosi rakyat diaduk-aduk, di sisi lain mereka juga diminta sabar dan menerima dengan ikhlas. Lagi-lagi Abdul Hadi mengungkit kesadaran kita, “Politik adalah permainan yang mendebarkan dan menegangkan seperti lakon Hamlet atau Damarwulan Menakjingga.

Tak jarang pula lakon yang ditonton itu membuat kita resah, tetapi kita selalu diajari agar optimistis dan sanggup mengendalikàn diri. Penonton tidak boleh tertipu bahwa apa yang dilihatnya sebenarnya hanya sandiwara. Dalang atau sutradaranya bersembunyi di balik layar.”

Tags: Abdul Hadi WMKiamat Pemilu KitaKPUMiftah H. YusufpatipemiluProf. Dr. Abdul Hadi WMTim Pencari FaktaTim Relawan IT Prabowo-Sandi meminta Bawaslu menghentikan Situng KPU
Previous Post

Instansi Pemerintah di Indonesia Timur Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Next Post

Prabowo: Selama Rakyat Menghendaki, Saya Tidak Akan Menyerah

Next Post
Prabowo: Selama Rakyat Menghendaki, Saya Tidak Akan Menyerah

Prabowo: Selama Rakyat Menghendaki, Saya Tidak Akan Menyerah

Comments 1

  1. Ping-balik: Pelajaran Berharga dari Lukman Hakim, Sebuah Opini Miftah H Yusufpati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.