Pedagang Pasar Kaget Ramadhan Jalan Susuit Tubun Datangi Disperindag Banyuwangi

Pedagang Pasar Kaget Ramadhan Jalan Susuit Tubun Datangi Disperindag Banyuwangi

HARIANNKRI.COM – Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap medio Bulan Ramadhan, sepanjang jalan Susuit Tubun digunakan sebagai pasar kaget Ramadhan sampai H-1 Hari Raya, kini menjadi polemik complain. Pasalnya Pemkab Banyuwang menseterilkan ruas jalan sepanjang jalan Susuit Tubun. Para pedagang selain bersikeras juga melakukan protes kepada Pemkab Banyuwangi karena dianggap telah mematikan pekerjaannya.

Menindaklanjuti hal itu, para pedagang dengan didampingi anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PDI Perjuangan, Heksa Sudarmaji mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi, Selasa (21/5/2019). Mereka bermaksud memperjuangkan apa yang sudah menjadi tradisi tahunan itu.

Dihadapan insan pers, Heksa menyampaikan, pasar ramadhan ini sebuah tradisi yang dilakukan selama dua minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Yaitu dengan menutup jalan Susuit Tubun hingga Taman Blambangan.

610X200 HUT Kapuas

“Ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya yang dilakukan oleh mereka (para pedagang). Namun, saat ini mereka semua menuntut untuk bisa berjualan di 100 meter ruas jalan Susuit Tubun. Saya kira kalau Pemerintah itu bijak, ya udahlah, kan nggak ada suatu masalah,” kata Heksa

Karena menurutnya, kalau pedagang dagangan didalam pasar, pastinya pembeli akan berkurang. Untuk itu harus didepan yaitu di ruas jalan Susuit Tubun.

Baca Juga :  Takut Jalani Operasi Prostat, Sapuan Pilih Gantung Diri

“Kalau dagangannya didepan, saya yakin pendapatan para pedagang akan naik,” jelasnya.

Heksa menegaskan, karena ini tuntutan rakyat, dan pihaknya dipilih oleh rakyat, secara otomatis Fraksi PDI Perjuangan akan memback up mereka.

Heksa juga mengaku, mulai tadi malam pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi dengan Wabup Yusuf. Namun pihaknya tetap ingin duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kita berharap, Pemkab Banyuwangi secepatnya, paling tidak hari ini ada suatu keputusan. Jalan Susuit Tubun bisa digunakan untuk pasar Ramadhan,” tambah Heksa.
700 Covid Hariannkri

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Sih Wahyudi menegaskan, bahwa area jalan Susuit Tubun harus steril selama Ramadhan.

Terkait keluhan para pedagang yang bersikeras menempati jalan Susuit Tubun, Sih Wahyudi menyampaikan bahwa masalah tersebut sebelumnya sudah diputuskan melalui pertemuan antara Pemkab dan Pedagang pada Kamis(16/05) lalu. Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Yusuf Widiatmoko itu telah terjadi kesepakatan.

Sejumlah Pedagang Pasar Kaget Ramadhan Jalan Susuit Tubun Datangi Disperindag Banyuwangi

Ada beberapa hal kesepakatan yang diambil waktu itu. Pertama, jalan Susuit Tubun steril tidak ada pedagang. Kedua, yang diperbolehkan berdagang disebagian jalan Diponegoro ke timur sampai di depan SDN Kepatihan, itupun separuh jalan. Sedangkan yang ketiga, pelaksanaannya mulai tanggal 20 Mei hingga H-2 Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga :  Bupati Nonaktif Mojokerto Nyatakan Banding Atas Vonis 8 Tahun Penjara

“Jadi H-1 itu sudah harus sudah bersih semua,” kata Sih Wahyudi.

Menurutnya, yang diutamakan berjualan disepanjang jalan tersebut yaitu pedagang konveksi, sandal dan sepatu, sedangkan pedagang makanan kecil atau kue, menempati sisa jalan yang tidak digunakan pedagang konveksi, sandal dan sepatu tersebut. Apabila tidak mencukupi sisanya bisa menempati area Gedung Wanita.

Menanggapi keinginan para pedagang yang bersikeras menempati ruas jalan Susuit Tubun, Sih Wahyudi menyampaikan, pihaknya sebagai pelaksana hanya bisa menjalankan apa yang sudah menjadi kesepakatan.

“Sesuai kesepakatan, jalan Susuit Tubun harus steril, kita nggak bisa merubahnya, karena itu sudah kesepakatan bersama,” terang Pak Sih, panggilan akrab Sih Wahyudi.

Ditambahkan Sih Wahyudi, tanggal 16 Mei itu semua pengurus paguyuban pedagang hadir dan menyetujui kesepakatan.

“Daftar hadirnya ada. Saat ditanya oleh Wabup Yusuf, apakah ada saran, usul atau komplain, mereka semua diam. Dan itu diartikan setuju,” jelasnya. (BUT)

Loading...