• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
HarianNKRI
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Main Navigation
No Result
View All Result
HarianNKRI
No Result
View All Result

Strategi Perang Total Kekuasaan Pemerintah dalam Memenangkan Capres Jokowi Pilpres 2019

REDAKSI by REDAKSI
14 Mei 2019
in OPINI, POLITIK
1
Strategi Perang Total Kekuasaan Pemerintah dalam Memenangkan Capres Jokowi Pilpres 2019. Oleh: Nazar El Mahfudzi,

Strategi Perang Total Kekuasaan Pemerintah dalam Memenangkan Capres Jokowi Pilpres 2019. Oleh: Nazar El Mahfudzi, Pengamat Politik HI-UMY.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo-Ma’ruf memiliki strategi untuk memenangi pemilu 2019, yakni “Perang Total”

Konsep “Perang Total” adalah upaya untuk melakukan gerakan penetrasi terhadap pihak lain yang dianggap sebagai lawan dengan menggunakan semua kekuatan kekuasaan.

Posisi Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden mempunyai instrumen kekuasaan yang dapat mengendalikan “Abuse Of Power” Suprastruktrur pemerintah terkait Pilpres 2019.

Hal ini di perkuat oleh Teori Michel Foucault dalam “Panapticon” melihat ini sebagai gerakan pengawasan atau kontrol penguasa terhadap sistem untuk membisukan gerakan-gerakan sosial yang tidak sepaham dengan penguasa.

Sehingga arena “Perang Total” menjadi instrumen Terstruktur, Sistematik dan Masif (TSM). Strategi Perang Total menggunakan segala cara untuk mendapatkan kemenangan bersifat Inkonstitusional dan merusak tatanan demokrasi yang jujur dan adil.

Pernyataan Moeldoko menjadi produk kekuasan Presiden untuk mempengaruhi KPU, Bawaslu, Institusi Kepolisian, TNI, ASN dan perangakat birokrasi pemerintah lainya dalam memenangkan Capres Jokowi untuk dapat berkuasa kembali.

Egi Sudjana sebagai team pemenangan Capres Prabowo , mendifinisikan “Perang sudah enggak ada kata lain kecuali bunuh membunuh namanya perang”

Sementara, Moeldoko menilai “People Power” sebagai usaha untuk menggulingkan kekuasan dan Makar.

“Sungguh luar biasa diskriminatif” ujaran Egi Sudjana, karena “People Power” Sah secara konstitusional untuk meminta KPU mendeligitimasi manipulasi suara Capres Jokowi dalam pilpres 2019.

Terdapat bentuk TSM dengan menggunakan strategi kemenangan “Total War” bernilai inkonstitusional

Kekecewaan Egi Sudjana juga karena ditetapkan sebagai tersangka Makar. Hal ini menambah fakta kecurangan pemerintah menggunakan instrumen penegak hukum sebagai alat politik negara untuk mendapatkan kekuasan.

Secara historis memang istilah “Perang Total” digunakan banyak dalam peperangan, seperti yang dilakukan oleh Genghis Khan di era Mongol kuno mempertimbangkan melakukan strategi memobilisasi seluruh sumber daya, termasuk personil militer, pekerja non-kombatan, intelijen, transportasi, uang, dan perbekalan.

Raja Kartanegara berdiri tangguh sambil berkata; “Kita Tidak Pernah Gentar..!!, Kita Tidak Pernah Gentar, terhadap Kekuatan Asing..!!”

Tags: abuse of powerEgi SudjanaGenghis KhanKepala Staf PresidenNazar El MahfudziPanapticonPengamat Politik HI-UMYPeople PowerPerang TotalRaja KartanegaraStrategi PerangStrategi Perang TotalTotal War
Previous Post

Safari Ramadhan Intelkam Polres Muna Sambangi Ponpes di Labunti

Next Post

PJLP Jakarta Islamic Centre Nikmati Pangan Bersubsidi

Next Post
PJLP Jakarta Islamic Centre Nikmati Pangan Bersubsidi

PJLP Jakarta Islamic Centre Nikmati Pangan Bersubsidi

Comments 1

  1. Ping-balik: PJLP Jakarta Islamic Centre Nikmati Pangan Bersubsidi - SuaraMerdeka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Footer Navigation

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.