Ikatan Mahasiswa Maluku Utara Kawal Gereja GKI Maranatha Remu

Ikatan Mahasiswa Maluku Utara Kawal Gereja GKI Maranatha Remu

HARIANNKRI.COM – Ikatan Mahasiswa Maluku Utara menunjukkan solidaritas kepada Kaum Umat Kristen yang merayakan Malam Natal dengan memberikan pengawalan terhadap Gereja GKI Maranatha Remu selama misa Natal, Selasa (24/12/2019).

Risky Patisalasiwa, Ketua Ikatan Mahasiswa Maluku Utara Cabang Sorong saat di wawancarai media membenarkan kabar tersebut. Iamengatakan bahwa dirinya bersama badan pengurus mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Maluku Utara yang berada di kota Sorong telah memberikan pengawalan terhadap umat kristen yang merayakan Malam Kudus.

“Kami menggelar kegiatan pengamanan malam Natal. Dalam rangka untuk menjaga erat tali persaudaraan antar sesama umat beragama di momen natal ini, ucapnya.

610X200 HUT Kapuas

Lebih lanjut, sebagai pimpinan dan seluruh anggota badan pengurus Ikatan Mahasiswa Maluku Utara Kota Sorong mengucapkan selamat merayakan hari natal kepada umat kristen di kota Malamoi.

“Selamat Natal kepada saudara-saudari umat kristiani semua. Semoga dengan natal ini, ada damai di hati kita semua. Dan membawa kita yang berada di tanah Papua dan Papua Barat, lebih khusus kita yang berada di tanah Malamoi yang kita cintai ini selalu dalam damai,” tambahnya.

Baca Juga :  Angkatan 1999 Letting 18 NnZz Sepakat Ringankan Beban Aipda Arif

Sementara warga Jemaat, Agustinus Kambuaya yang berhasil di wawancarai media, mengapresiasi hal ini. Ia mengatakan bahwa aktifitas yang dilihatnya merupakan bagian dari mengara toleransi umat beragama.

700 Covid Hariannkri
“Saya melihat aktifitas yang dilakukan oleh teman-teman Ikatan Mahasiswa Maluku Utara dan teman-teman yang lain yang malam inikuar biasa. Mmengambil peran bertindak sebagai pengatur lalulintas. Bahkan menjaga keamanan di halaman gereja menjelang perayaan Natal malam kudus seperti ini,” ucap Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa aktifitas seperti ini sudah dari dulu dan harus di pertahankan secara terus menerua, menurutnya inilah yang dinamakan toleransi umat beragama.

“Aktifitas seperti ini sudah dari dulu. Hal seperti ini kita perlu pertahankan ini. Ini hal yang baik sekali. Sudah praktek kerukunan umat beragama, kehidupan bersama. Hal seperti ini yang kita harapkan dan harus di pertahankan terus terutama di wilayah indonesia bagian timur,” lanjutnya

Baca Juga :  Menjelang Natal Tahun Baru, Penumpang KM Fajar Baru 8 Membludak

Ia menambahkan, di papua ada istilah yang sederhana “yaitu agama keluarga”. Satu kelaurga ada yang muslim ada juga yang kristen tapi tinggal satu atap. Itulah modal ketika berbicara keberagaman. Ia menegaskan, hal ini sudah membudaya. Saat  hari lebaran semua merayakan secara bersama-sama dan natal pun bersama-sama seperti yang di lakukan malam ini.

Agus saat memberikan keterangan sebelum melangka masuk ke dalam gereja, ia mengatakan secara pribadi dan mewakili jemaat semua dan umat kristen, saya apresiasi kegiatan seperti ini.

“Saya secara pribadi dan mewakili jemaat disini menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya. Bahkan saya terharu dengan foto ucapan yang di tempatkan di pintu masuk ini,” tutupnya. (HSG)

Loading...