Berkah Berhijab, Bertabur Prestasi. Opini Frieska Anggraini W

Berkah Berhijab, Bertabur Prestasi. Opini Frieska Anggraini W

Berkah Berhijab, Bertabur Prestasi. (True Hijab Story), Oleh: Frieska Anggraini W SE, Pemerhati Remaja Muslimah.

Miris melihat fenomena kenalan sebagian remaja muslimah jaman now. Generasi pelajar harapan bangsa yang seharusnya fokus belajar dan berkarya, malah menjadi generasi rebahan yang hobi tik-tokan dan youtube-an. Kemajuan teknologi memang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan kita saat ini. Remaja muslimah harus memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk semangat berkarya, angan malah sebaliknya kecanduan gadget cenderung menjadi malas untuk belajar.

Padahal Islam sangat menaruh harapan besar kepada generasi penerus peradaban yang mampu melejitkan potensi diri meraih prestasi dunia – akhirat. Memperhatikan kelakukan para remaja jaman sekarang, saya tergerak untuk menuliskan kisah prestasi saya di sekolah dulu mewakili generasi muslimah diawal tahun 2000an.

610X200 HUT Kapuas

Alhamdulillah, saya pribadi sudah menutup aurat ketika masa pra aqil baligh tiba. Tepatnya saat pertama kali masuk sekolah ke tingkat SMP di tahun 2001, menjadi momentum saya menutup aurat dan mengenakan kerudung. Saat itu usia saya menginjak 12 tahun.

Alhamdulillahnya lagi, saya memutuskan untuk berhijab dengan kesadaran sendiri tanpa ada anjuran atau paksaan dari siapapun. Bahkan awalnya orang tua saya sendiri meragukan keinginan anaknya untuk berhijab, karena khawatir jika nanti hijabnya hanya buka tutup sementara.

Alhamdulillah saya bisa membuktikan kepada orang tua untuk terus konsisten berhijab. Walaupun sekolah di SMP Negeri, tapi tak menyulutkan langkah dan azzam untuk berhijab sebagai salah satu kewajiban seorang muslimah.

Kok bisa anak remaja pada usia itu, dengan kerelaan hatinya berhijab dan istiqomah menjaga akhlaknya ?
Jawabannya adalah karena pendidikan agama yang ditanamkan oleh orang tua dan lingkungan teman-teman yang baik untuk tumbuh kembang sosial.

Orang tua saya bukanlah orang yang pandai tentang ilmu agama, namun nilai-nilai budi pekerti luhur selalu mereka tanamkan sejak dini. Ditambah lagi aktifitas remaja lebih banyak dihabiskan dengan kegiatan di masjid, seperti mengaji Al-Qur’an dan mengikuti grup qasidah rebana. Bahkan selalu ikut acara majelis ta’lim ibu-ibu keliling desa setiap bulannya.

Alhamdulillah, sejak kecil saya sudah senang berbusana muslimah. Setiap lebaran hari raya idul fitri, selalu minta dibelikan baju muslimah kepada Ibu. Dan saat itu merasa senang bisa bermain bersama teman-teman dengan mengenakan busana muslimah lengkap. Padahal saat itu belum tahu banyak tentang dalil perintah berhijab dalam Al-Qur’an dan bagaimana berpakaian yang benar menurut syari’at islam.

Landasan saya mantap berhijab adalah ketika membaca tulisan di sebuah buku lawas tentang keutamaan menutup aurat dapat mengajak anggota keluarganya masuk ke syurga-Nya Allah SWT. Tidak ingat secara persis detail isi tulisan tersebut.

Baca Juga :  Si Putih Pengganggu Elektabilitas, Sebuah Opini Miftah H. Yusufpati

Namun kalau ditelusuri lagi saat ini, bisa jadi dalil yang dimaksud adalah firman Allah SWT berikut dalam QS Ar-Ra’d : ( 13, 22-24 ) yang artinya ;

“Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), ‘salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). ‘Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu”

Maka begitulah besar harapan saya dapat mengajak orang tua dan keluarga terdekat untuk berkumpul di syurga ‘Adn penuh kebahagiaan di akhirat nanti.

Dibalik kisah berhijab ini tentu ada sosok orang yang menginspirasi saya mengenakan hijab. Namanya mbak Vina. Mbak Vina adalah salah satu mahasiswi keperawatan yang saat itu sedang mengerjakan kuliah kerja nyata (KKN) di desa saya. Orangnya cantik, tutur bahasanya lemah lembut dan sopan santun akhlaknya. Karena kebaikan akhlak dan rajin ibadahnya, saya pun terinspirasi untuk mengenakan hijab saat masuk ke sekolah SMP. Alhamdulillah terwujud.

Selain mbak Vina, sosok inspiratif lainnya adalah guru agama islam saya sewaktu sekolah SD. Namanya ibu Sunarni. Akhlaknya yang baik dan mengenakan busana muslimah yang mencerminkan wanita shalehah sangat menginspirasi saya untuk bisa berhijab seperti beliau.

700 Covid Hariannkri

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati ibu Sunarni dan mbak Vina dimanapun berada, walaupun kami tak pernah bersua kembali. Itulah hidayah dari Allah SWT, terkadang dari sosok seseorang bisa menjadi perantara kita untuk mendapatkan hidayah-Nya.

Nah, saat menjalani aktifitas sekolah di SMP Negeri 1 Betung, hanya ada 4 orang siswi yang menutup aurat mengenakan kerudung di angkatan saya tahun 2001.

Alhamdulillah, hikmah berhijab saat sekolah mengantarkan saya menjadi siswi yang berprestasi dan selalu meraih bintang juara disetiap kenaikan kelas. Bahkan saat duduk di kelas 2, pernah menjadi juara umum dan siswa teladan. Di kelas 2 juga, pernah menjadi finalis Olimpiade Matematika dan Bahasa Inggris tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Alhamdulillah juga, meraih penghargaan juara 1 Siswa Berprestasi tingkat Kabupaten Banyuasin Tahun 2003.

Dari pengalaman berhijab karena Allah SWT itu, saya sangat percaya bahwa ketika kita mendahulukan urusan akhirat maka urusan duniawi pun akan Allah SWT mudahkan.

Setelah tamat SMP, saya melanjutkan pendidikan ke SMA Plus N 2 Banyuasin III, SMA unggulannya Kabupaten Banyuasin. Semakin banyak lagi prestasi yang diraih semasa SMA. Di kelas saya untuk jurusan IPA hanya ada 4 orang siswi yang berhijab.

Prestasi tingkat SMA antara lain pernah meraih juara 1 pidato bahasa inggris tingkat kabupaten Banyuasin di SMA Methodist, finalis kontes debat bahasa inggris tingkat provinsi Sumatera Selatan, finalis lomba MC tingkat provinsi dan beberapa lomba pidato bahasa inggris lainnya.

Baca Juga :  Perbudakan Modern Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. Opini Alfia Yusrina

Hikmah berhijab lainnya, Alhamdulillah mendapatkan beasiswa pendidikan penuh dari Kementerian Perindustrian untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di Akademi Teknologi Industri Padang. Disaat biaya pendidikan kuliah saat itu termasuk kategori “high cost” untuk ukuran kami dari keluarga sederhana.

Dari sederet kisah yang saya tuliskan diatas, ingin saya sampaikan kepada para orang tua bahwa mendahulukan pendidikan agama untuk si buah hati amatlah penting dan prioritas dibandingkan pendidikan duniawi. Jika pelajaran agamanya bagus, maka insyaAllah pelajaran sekolahnya juga akan bagus.

Hikmah lainnya adalah jika ingin ananda menutup aurat sebelum memasuki masa pra aqil baligh, maka sudah keharusan bagi orang tua untuk membiasakan anak menutup aurat sejak dini. Mengenalkan anak tentang ajaran agama islam yang mulia dan mengajak anak untuk mencintai islam sebagai identitas seorang muslimah.

Jika pondasi aqidah dan akhlak islami anak telah terbentuk kuat di masa anak-anak, maka insyaAllah sampai usia dewasa pun mereka akan menjaga identitas keislamannya dengan baik.

Perintah Allah SWT untuk berhijab

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖوَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖوَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ …
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka ….” (QS. An-Nuur: 31)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Semoga kisah pengalaman berhijab ini bisa bermanfaat dan ada hikmah yang bisa diambil didalamnya. Yakinlah ketika kita hijrah berhijab dan berislam karena Allah SWT, Allah SWT pasti akan memberikan banyak keberkahan dalam hidup kita dan insyaAllah semoga bisa mengantarkan kita hidup selamat di dunia dan akhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Semoga kedepannya remaja muslimah bisa melejitkan potensi dirinya, memburu prestasi dunia dan akhirat sekaligus. Fokus belajar dan berkarya untuk menjadi generasi masa depan harapan bangsa.

Loading...