Selama Physical Distancing PKS Minta PLN Jamin Pasokan Listrik dan Longgarkan Pembayaran Iuran

PKS Sebut PERPPU Corona Berpotensi Membuat Jokowi Abuse Of Power
Wakil Ketua Fraksi PKS Mulyanto

HARIANNKRI.COM – Selama status physical distancing ditetapkan oleh pemerintah, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR-RI, Mulyanto, meminta PT. PLN (Persero) menjamin ketersediaan listrik bagi masyarakat. Ia juga meminta PLN memberi kelonggaran batas waktu pembayaran iuran listrik kepada para pelanggan.

Kebijakan pemerintah yang menetapkan physical distancing menuntut masyarakat untuk beraktifitas di dalam rumah. Masyarakat hanya diperbolehkan keluar rumah jika ada keperluan yang dirasa benar-benar mendesak.

Untuk mendukung kebijakan ini, Mulyanto meminta PLN menjamin ketersediaan listrik. PLN harus mengantisipasi berbagai gangguan dan kendala teknis di lapangan yang dapat terhentinya pasokan listrik ke masyarakat. Sebab jika pasokan listrik terganggu akan menyulitkan masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari.

610X200 HUT Kapuas

“Dalam situasi darurat seperti ini, PKS berharap PLN tetap siaga melayani masyarakat. Usahakan pasokan listrik ke rumah-rumah warga tetap terjamin. Sehingga warga tetap nyaman menjalani berbagai aktifitas,” kata anggota Komisi VII DPR-RI, yang membidangi masalah Energi Sumberdaya Mineral (ESDM), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Lingkungan Hidup, di Tangerang Selatan, Sabtu (28/3/2020).

700 Covid Hariannkri

Mulyanto menambahkan, dengan status physical distancing, PLN seharusnya memberi kelonggaran batas waktu pembayaran iuran listrik kepada para pelanggan. Sebab dalam kondisi seperti ini, setiap orang akan sulit berkegiatan seperti dalam kondisi normal. Ia mengingatkan, tidak semua masyarakat terbiasa melakukan pembayaran via online.

Baca Juga :  Politisi PKS Terima Penghargaan Tokoh Gerakan WBK Dari Kementerian Pertanian

“Di beberapa daerah pembayaran listrik masih dilakukan secara tunai di loket-loket penerimaan pembayaran iuran listrik. Tidak semua pelanggan PLN terbiasa membayarkan tagihan atau membeli token listrik menggunakan fasiltas internet, baik secara mobile ataupun melalui transfer di ATM,” jelas Mulyanto.

Doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology ini menilai PLN perlu menyusun berbagai skenario keuangan agar rencana tersebut dapat terwujud. Selain itu, Mulyanto meminta agar PLN ikut meringankan beban masyarakat selama physical distancing dengan memberikan program khusus tertentu.

“Setidaknya PLN dapat mengikuti kebijakan instansi Pemerintah lain yang siap memberikan insentif kepada pelanggan selama masa darurat Corona,” tutupnya. (OSY)

700 Covid Hariannkri
Loading...